Entri Populer

Jumat, 07 Oktober 2011

Fakta menarik tentang hujan




1. Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam.

2. Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepat-an yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan (bayangkan jika hujan terjadi seperti gelembung air yang besar yang turun dari langit), bumi akan menghadapi kehancuran setiap turun hujan.



3. Ketinggian minimum awan hujan adalah 1.200 meter. 

4. Efek yang ditimbulkan oleh satu tetes air hujan yang jatuh dari ketinggian tersebut sama dengan benda seberat 1 kg yang jatuh dari ketinggian 15 cm.


5. Awan hujan pun dapat ditemui pada ketinggian 10.000 meter.





6. Dalam satu detik, kira-kira 16 juta ton air menguap dari bumi.



 7. Jumlah ini sama dengan jumlah air yang turun ke bumi dalam satu detik. Dalam satu tahun, diperkirakan jumlah ini akan mencapai 505x1012 ton. Air terus berputar dalam daur yang seimbang berdasarkan “takaran”.



8. Butiran air hujan berubah bentuk ratusan kali tiap detik.



9. Kalau butiran air hujan itu dibekukan akan membentuk keping kristal yg indah, tidak seperti air biasa yang di bekukan di freezer/kul_kas.


10. Setelah hujan turun, tanah, ilalang, rerumputan akan mengeluarkan bau wangi yg khas, senyawa ini dinamakan 'petrichor'.



11. Dan fakta terakhir yang paling misterius dan mengejutkan ilmuan. Hujan memiliki kemampuan untuk menghipnotis manusia untuk me-resonansi-kan ingatan masa lalu. Dan tanpa bisa mendapatkan bukti ilmiah, para ilmuan hanya bisa menyimpulkan “Di dalam hujan, ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yg rindu”. Dan pada titik ini, para ilmuan meyakini bahwa manusia biasanya mendapatkan inspirasi..








Rabu, 05 Oktober 2011

Akhirny,, Dwi Oktaviana, A.Md

Bismillah...

Dwi Oktaviana, A.Md

tak bisa ku bendung bahwasanya..

.."senang sekali, tpat 3 Oktober 2011"..
telah dinyatakan lulus dari AKADEMI KIMIA ANALIS BOGOR..

walaupun ak hny mendapatkan predikat "MEMUASKAN" dan bukan "CUM LAUDE"..
tp, hontou ni ureshikatta.. bnr2 bahagia..
Bisa menyelam sambil minum air. . Ada tugas mulia di samping gelar mahasiswa, yang sama - sama penting untuk di tunaikan. . ^__^

"terima kasih sebanyak2'y kpd ALLAH, Sang Maha Besar, Ibu dan Ayah tercinta yg mnjd smber motivasiku.. Kakakku (Putma Lesmana) dan Adikku (Juni Wibowo) yg mnjd sumber inspirasiku.. keluarga yg sll ak sygi.. Dina Ratnawati yg sll memberikan semangatnya.. dwi Oktaviani(saudara kembarku yg jg sdh A.Md) dan Cita Pertiwi yg mengantarku sidang serta menenangkan jantungku yg nyaris copot.. elva Istifany dan Kamila yg membantuku sgla sesuatu smpai ak bs mendaftr sidang.. Dimah Haryanti dan Syamsul Arifin yg jg sll mmberikan semangatnya.. Keluarga besar BeeOne dan gentar yg bnr2 sangat mendograk semangatku, serta seluruh pihak yg telah dg suka rela membantuku.. Domo arigatou gozaimasu..^__^

baiklah, ini akn mnjadi batu loncatan,,,

ak akan membopong predikat "Sangat Memuaskan" kelak saat ak akan meneruskan S1 ku, insyaallah..


1. Gizi, IPB
2. Ilmu dan Teknologi Pangan, Unibraw ..
3. Teknologi Industri Pangan, Sahid 

mereka menari - nari di otakku, meminta agar di segerakan. .
Bersabarlah mimpi. .


Semoga Allah meridhoiNya..






Hadapi!!!

Aku banyak belajar dari si pembuat jejak : 
Banyak orang yang menganggap kegagalan adalah sebuah akhir dari perjuangan, sementara ada sebagian lainnya yang justru menganggap kegagalan adalah awal dari perjuangan besar kehidupannya. Berikut saya ceritakan beberapa sosok sederhana yang mampu bangkit dari “kegagalan” dan rintangan kehidupannya menuju pencapaian gemilang... 
tentu ini hanya sebagian contoh saja, dan siapa tahu anda termasuk di dalamnya... 
Tulisan ini akan saya bagi dalam beberapa bagian... 
dan ini adalah bagian pertama... 
Bismillah... 
The Little Giant “Raksasa yang kecil” mungkin demikian saya menjulukinya. Perawakan sosoknya kecil layaknya seorang anak yang baru masuk SMA jika melihat raut wajahnya yang begitu muda, padahal umurnya tak beda jauh dengan saya. Berada satu fakultas dan satu angkatan dengannya membuat saya cukup akrab dengan dirinya, meski kami beda jurusan. Yang pasti, setiap saya bertemu dengannya, senyuman ramah diiringi dengan salam bernada halus tak akan ia lupa sertakan dalam interaksinya. Subhanallah... 
meski sedikit banyak saya tahu... 
selama kuliahnya ia berusaha membiayai dirinya sendiri dengan bekerja sebagai pengajar privat dengan gaji yang pas-pasan...
namun senyum tulus pada wajahnya yang polos itu selalu bisa menutupi permasalahan hidupnya hingga akhir masa studinya yang menghantarkannya meraih jenjang sarjana... 
Suatu hari saya berkesempatan bertemu dengannya dan meluangkan waktu untuk berdiskusi dengannya. “Alhamdulillah... Akh Danang, saya sudah lulus...” ujarnya dalam wajah penuh kepuasan. “Barakallah akhi...” jawab saya... (wah saya saja belum lulus-lulus... waktu itu hehehe). “Kalau saya mengingat semua yang saya alami demi meraih cita-cita ini... tak ada yang bisa saya lakukan selain bersyukur, bersyukur, dan bersyukur pada Allah... Subhanallah...” 
Dan mulailah ia bercerita bagaimana ia memulai penelitiannya di salah satu institusi penelitian terkenal di negeri ini. Awalnya berjalan mulus tanpa ada hambatan, hingga suatu hari Allah berkenan mengujinya. 
“... hari itu akh, saya diamanahi untuk menjaga satu lab yang di sana terdapat satu bak penampungan air untuk pemeliharaan benih ikan. Di tempat yang sama disimpan sekitar 5000an lebih benih ikan kerapu yang baru dipesan untuk tujuan penelitian dan budidaya. Kurang lebih harga satu ekor benihnya sekitar 5000 rupiah...” ujarnya memberikan penekanan pada jumlah dan harga benih ikan... 
“...waktu itu saya sedang mengalirkan air dari pompa ke dalam bak air. Mungkin karena agak lama penuhnya, saya kemudian berniat meinggalkannya sebentar untuk membeli makan siang di kantin bawah... Namun, na’udzubillah... saya lupa dengan pompa air itu dan keasyikan di kantin, padahal sebelum-sebelumnya saya tak pernah lupa... ketika sudah lewat 2 jam lebih saya baru ingat bahwa pompa air belum saya matikan...” Saya antusias mendengarkan kelanjutannya... 
“...saya berlari ke atas dengan kemungkinan terburuk di benak saya melihat kondisi ruangan itu... dan... astaghfirullah... ruangan itu banjir parah. Bak penampungan yang kokoh itu ternyata jebol tak mampu menahan debit air yang mengalir deras... sementara pompa masih menyala menyemburkan air dengan deras... dan...” tiba-tiba ia berhenti menatap saya sejenak... menarik napas... 
“... ribuan benih ikan kerapu yang disimpan di sana turut berserakan dalam genangan air itu. Menggelepar-gelepar tak berdaya... Panik sekali. Berbagai perasaan berkecamuk dalam benak saya... Sambil berusaha mengumpulkan benih-benih ikan kerapu itu, yang ada dalam benak saya adalah... ‘Apa yang harus saya lakukan, ya Allah...’
... ‘bagaimana mengganti semuanya?’... ‘apakah saya akan di DO?’... semuanya campur baur...” Saya tergugu mendengar ceritanya... membayangkan apa yang akan saya lakukan jika saya menghadapinya... “...alhamdulillah... sekitar 2000an benih ikan kerapu berhasil saya selamatkan... namun demi melihat ruangan yang demikian hancur... saya bingung. Beberapa akuarium pecah, belum lagi bak penampungan air yang harganya jutaan juga rusak... dalam keadaan linglung... saya berjalan menuju bak penampungan air yang jebol itu dan melangkahkan kaki masuk ke dalamnya... berendam dalam dinginnya air yang tersisa... ya Allah, akh waktu itu saya lemas sekali. Hingga kemudian terlintas dalam benak saya untuk mengakhiri semuanya...” ia terdiam... 
Saya shock mendengarnya... “Masya Allah... terus, gimana akh?” 
“... saya sudah memegang pagar besi pembatas di lantai dua, menaikinya... dan... hampir saja saya meloncat dari lantai atas depan ruangan itu. Namun... entah mengapa... saya tidak jadi melakukannya... mungkin karena takut juga... tapi mungkin juga karena pertolongan Allah. Saya turun dari pagar... masuk kembali ke ruangan... dan mencoba untuk berpikir tenang...” Subhanallah... dalam kondisi kritis begitu bisa merubah suasana... penguasaan diri yang baik sekali... subhanallah... gumam saya dalam hati... “Akhirnya saya putuskan untuk memberanikan diri melapor dengan konsekuensi saya akan di-DO, harus membayar kerugian yang begitu banyak... atau juga ditahan oleh polisi karena merusak properti... tapi waktu itu saya hanya berpikir... bahwa saya harus menyerahkan apa yang tidak bisa saya kendalikan... kembali pada Allah...” 
“Maka yang pertama saya temui adalah asisten laboratorium dan menunjukkan kondisi ruangan yang kacau balau itu. Asisten lab itu terlihat begitu pucat dan terkejut... namun ia berusaha membantu untuk mengkomunikasikan pada dosen yang bertanggung jawab untuk ruangan itu. Orang kedua yang saya temui adalah penjaga laboratorium yang sudah akrab dengan saya semenjak awal penelitian. Resiko yang akan saya hadapi adalah... kekecewaannya pada saya akibat peristiwa ini... tapi saya berusaha untuk ikhlas menerima semuanya. Ketika saya tunjukkan padanya kondisi ruangannya... ia diam sejenak dan menatap wajah saya... sambil berkata...” “Ohhh... tidak apa-apa... tenang saja... sekarang kita bersihkan dahulu bareng-bareng...” “Dan demikian juga tanggapan dari dosen penanggung jawab ruangan itu, akh... ia tak sedikitpun mempermasalahkan peristiwa itu... bahkan saya tidak diberikan sanksi atau denda apapun... kecuali ya harus membersihkan ruangan itu... Subhanallah... syukur tiada kiranya saya akh...” ia tersenyum puas... Saya masih tertegun... sedikit terharu juga... 
“...andai saja waktu itu akhi, saya menuruti nafsu pengecut saya untuk tak bertanggung jawab... dan kemudian melompat dari pagar besi itu dan mati bunuh diri... mungkin saat ini saya berada dalam murka Allah hingga hari kiamat nanti... bahkan hingga mendapat azabnya di neraka... astaghfirullah...” ia menggelengkan kepala sambil menunduk dan diam sejenak... 
“...maka akhi... ketika engkau menghadapi masalah... hadapilah... seberat apapun itu konsekuensinya. Karena saya sudah membuktikan, bahwa Allah tidak memberikan suatu cobaan melainkan sesuai dengan kesanggupan hamba-Nya... bersama kesulitan... ada kemudahan, akh Danang... dan inilah diri saya sekarang... lulus sarjana dengan sebuah hikmah luar biasa untuk dibagikan pada orang lain...
” Subhanallah... saya hanya bisa bertasbih setiap kali mengingat ceritanya... dan setiap kali bertemu dengannya... Kebahagiaan selalu saya rasakan karena dipertemukan Allah dengan sosok sederhana penuh inspirasi sepertinya... jazakumullah khair akhi... atas kisahnya. 

Semoga kisah antum ini akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi antum melalui inspirasi yang ditimbulkan olehnya untuk orang lain. 
Jazakallah akh Ima Lesmana (Budidaya Perairan 41, FPIK IPB) 
*Diceritakan kembali dalam uraian bahasa sastra... (masih terbuka untuk perbaikan...) 

Note: Teruntuk semua yang terus berjuang mewujudkan cita-cita dan impiannya... teruslah berjuang... tak peduli seberapa banyakpun kita jatuh... yang terpenting seberapa banyak kita mau untuk bangkit kembali! sugoi ne.... ^^

Mata seperti kaca..

Bismillah...

Allah menganugrahkan perasaan yg bgtu lembut pada hati setiap perempuan...
sehingga mereka dpt memahami kata-kata non verbal yg terlisan dr hati - hati saudara/inya..

 ak mndengar seorang teman yg berdo'a : "ya Rabb tutupi lah aib hamba, hilangkanlah sifat buruk dari diri hamba" bgtulah kira2 ia berdo'a..

ak sdkt memahami ap mksd do'amu.. membuatku jg meneteskan air bening yg jg kau teteskan..
sebuah air mata yg bgtu bening yg ak tak prnh melihatny lngsg kau meneteskanny..
tp ak mrasakan kau meneteskanny...
mngkn itu yg membuat matamu mirip dg kaca, indah, sungguh ukh..
Allah psti sangat menyayangimu ukh..
shg Allah sll menginginknmu utk sll mengingatNya..
Allah ma'ana ^__^