Ibarat rumah yang berdiri kokoh dan gagah
Pondasi kuat yang menghujam ke bumi
Tiang yang menyangga kekuatan bangunan
Serta altar dengan payung - payung perlindungannya
Hari itu
Aku duduk berdampingan dengan tanaman yang bergoyang
Menatap jauh ke rumah itu..
Sehingga aku lagi - lagi berharap, biar setegar rumah itu
Aku mulai termenung dan asik dengan fikiranku
Mengurai benang - benang kusut yang ada dikepalaku
Mencoba memikirkan jawaban pertanyaan orang - orang itu
Untuk apa kamu hidup?
Bukankah kita hidup agar kita tahu hidup itu untuk apa
Menjadi orang yang taat, baik dan bermanfaat
Menjadi orang yang tidak merepotkan orang lain
Menjadi orang yang setelah tiada pantas mendapatkan tempat istirahat yang terbaik
Tak heran mengapa air mataku menetes
Aku belum jadi orang yang baik
Sehingga ketika kudapati diriku lemah dan sakit
Aku khawatir saat aku tiada
Aku tak layak dapat tempat istirahat yang baik
Atau mungkin terbuang dan sebatang kara
Tuhan yang maha pengasih
Aku ini tegar
Aku tidak punya sesuatu lagi untuk kehilangan
(Kelak) yang aku inginkan hanya berada disisi Mu selamanya
Maka, izinkan aku menjadi orang baik
Beristirahat ditempat yang terbaik
Berdua, Hanya aku dan Tuhan
Hanya aku dan Allah :)