Entri Populer

Senin, 26 Desember 2016

Coming Soon..


Coming Soon..
Semua tentang yang akan terjadi di masa depan
Hari ini sampai seterusnya, saya berjanji untuk menunggunya
Meski sekarang saya tidak tahu siapa seseorang yang saya tunggu itu
Namun saya percaya ketika Tuhan berkata untuk menunggu,
Maka saya yakin, "menunggu" menjadi baik pula..

_Depok, 261216

Kamis, 17 November 2016

Senin, 14 November 2016

Ini Adalah Aku Yang Lain

Ini adalah aku yang tidak bersyukur..
Aku yang kufur, Aku yang lemah..
Ku pukul dinding putih yang tidak punya salah, dan menghadap menyembunyikan wajah..
Lalu ku bersandar padanya, menangis..
Pada satu momen itu, aku merasa seperti dunia telah runtuh..
Sepotong episode bergantian melintas dalam otakku seperti runtutan film pada klise..
Aku bersalah, aku berdosa..

Ada banyak kebahagiaan yang telah kuingkari
Begitu kesedihan melanda dunia ku, aku berpaling, sedih sepanjang hari
Aku tau ini tidak lah benar..

Ada banyak keinginan yang Allah kabulkan
Namun ku dapati hal yang tidak kuinginkan terjadi, aku menolak, muram sepanjang hari
Ini salah, aku bersalah..

Aku yang salah aduhai Allah..
Ini adalah aku yang belum mampu mengungkapan segalanya dengan batas
Ini adalah aku yang terlalu jauh dari Allah
Maafkan, Maafkan lah aku..


Minggu, 13 November 2016

Makhluk terbaik yang Allah ciptakan itu (Ibu)

Aku menggenggam emosi dalam sekepal tangan kiriku
Menahan perasaan dalam genggaman tangan kananku
Dan memposisikan sabar yang sangat banyak diantara keduanya
Aku juga belajar mengungkapkan perasaan senang, sedih dan marah tanpa melebihi batasnya
Dan aku belajar men-simetris-kan senyum sesulit apapun keadaan yang aku hadapi
Aku banyak belajar, bukan?

Aku belajar darimu, Ibu
Ibu yang sekuat baja yang hatinya lebih lembut dari sutera
Tidak pernah satu kesempatan pun kulihat satu butir airmata yang jatuh dari kedua bola matamu
Tak pernah satu kali pun ku pergoki engkau mengeluh lelah

Ibu, aku bertanya - tanya, mengapa engkau setegar itu?

Kau bangun di pagi hari sekali dan menghilang
Lalu sebelum anakmu mengeluh lapar, kau sudah kembali membawa berbagai potong roti
Lalu, kau bergumam ketika kami berebut, "Ibu senang kalau kalian makan"
Lalu ia pergi lagi, itu adalah pagi yang sibuk dalam tiap harinya

Ibu benar - benar setegar gunung yang menjadi tiang bumi..

Aku bersumpah untuk selalu belajar seperti Ibu
Aku tak akan gentar dengan kesulitan hidup
Aku tidak akan bersedih hanya karena sakit
Aku tak akan menciut walau tanpa Ibu
Aku tak mau dilahap oleh kesedihan
Aku akan setegar Ibu

Karena itu Ibu,
Aku berdo'a kepada Allah agar kelak Ibu dihadiahi syurga oleh Allah
Semoga Ibu diberikan kesehatan selalu
Semoga Ibu dibahagiakan Allah selalu

_Anak mu



Rabu, 13 Juli 2016

Aku dan Tuhan

Ibarat rumah yang berdiri kokoh dan gagah
Pondasi kuat yang menghujam ke bumi
Tiang yang menyangga kekuatan bangunan
Serta altar dengan payung - payung perlindungannya

Hari itu
Aku duduk berdampingan dengan tanaman yang bergoyang
Menatap jauh ke rumah itu..
Sehingga aku lagi - lagi berharap, biar setegar rumah itu

Aku mulai termenung dan asik dengan fikiranku
Mengurai benang - benang kusut yang ada dikepalaku
Mencoba memikirkan jawaban pertanyaan orang - orang itu
Untuk apa kamu hidup?

Bukankah kita hidup agar kita tahu hidup itu untuk apa
Menjadi orang yang taat, baik dan bermanfaat
Menjadi orang yang tidak merepotkan orang lain
Menjadi orang yang setelah tiada pantas mendapatkan tempat istirahat yang terbaik

Tak heran mengapa air mataku menetes
Aku belum jadi orang yang baik
Sehingga ketika kudapati diriku lemah dan sakit
Aku khawatir saat aku tiada
Aku tak layak dapat tempat istirahat yang baik
Atau mungkin terbuang dan sebatang kara

Tuhan yang maha pengasih
Aku ini tegar
Aku tidak punya sesuatu lagi untuk kehilangan
(Kelak) yang aku inginkan hanya berada disisi Mu selamanya

Maka, izinkan aku menjadi orang baik
Beristirahat ditempat yang terbaik
Berdua, Hanya aku dan Tuhan
Hanya aku dan Allah :)

Kamis, 17 Maret 2016

Ucapan Selamat Tinggal..

Sore ini..
Langit keperakan (lagi)..
Seakan ikut merasakan arti sebuah selamat tinggal..
Haru, pilu, tidak bisa ku deskripsikan..

Aku tahu, hal yang pasti terjadi..
Di suatu awal bertemu..
Karena kau adalah api, dan saya hujan..
Seakan kita perlahan mengukir garis yang bertentangan..

Dahulu, sebesar apapun ku menempatkan mu di hatiku..
Tidak akan pernah cukup untuk mu ..
Kau terlalu besar, tak terhingga, seperti bola dunia.. 
Tidak mungkin..

Pun sekarang..
kau cukup mahir untuk terbang atau hinggap dimana saja kau suka..
kau cukup pandai untuk berenang di tepian, tengah bahkan dasar lautan..
aku tak bisa memahami atau mengikutimu, bahkan..
Kau api, aku hujan..

Dan tepat hari ini..
Kau menjelaskan tinta garis yang ku torehkan..
Sangat tebal, seperti jarak api dan hujan..
Yang tak mungkin dihapuskan..

Maka, kuucapkan selamat tinggal kepadamu..
Kepada laki - laki yang berbaik hati, yang pernah menjadi sebagian cerita hidupku..
Kuucapkan selamat berbahagia kepadamu..
Kepada laki - laki yang telah menetapkan pelabuhan hatinya..

Kini,
Seperti langit malam yang ditinggalkan bulan..
Padahal, esok pun matahari bersinar, siap menggantikan yang meninggalkan..
Ya, akan menggantikan yang meninggalkan..








Sabtu, 27 Februari 2016

Love that make you cry...

You see..
I truly falling in love with him..
It lasted a short time, but I truly did..
I am fine, just with that, having a love for him..
I am very happy, cause I did..
I've been thinking this the whole time..
That.. Someday..
When I remember this love, I'll surely cry..
That I .. That we were living in an irreplaceable time..
In a time that will never return..
It was that radiant..
Once it's gone, reminiscing about it later, it will seem so, so radiant, that I'll probably cry,
Thats what I thought..

_With Love (Depok, 27 Februari 2016)



Kamis, 18 Februari 2016

Daun Yang Berguguran..

Pejamkan mata mu..
Bayangkan begitu hijaunya dedaunan..
Batang yang tinggi menjulang ke arah langit..
Indah bersama fajar yang ke-perak-kan..

Pejamkan saja mata mu..
Bau tanah yang bersinergi dengan mendung..
Rintik hujan yang turun tak diundang..
Indah bersama awan - awan kelabu..

Dunia sangat indah, bukan?
Sangat indah, hingga kadang membuat ku terpaku..
Duduk diantara keramaian kota, seakan menikmati alam semesta..
Dikagetkan oleh angin yang berhilir mudik..
Ternyata aku "termenung"..

Saat itu hujan mulai deras, angin semakin kencang..
Daun - daun berguguran, jatuh berserakan, tak beraturan, berantakan..
Sekacau perasaan milikku..
Berhamburan, tak bertuan..

Kala itu hujan menyelamatkan harga diriku..
Tetes - tetes air mata disembunyikannya dengan baik..
Alunan pilu dikaburkan suara percik air..
Hatiku mengelu, sakit..

Tuhan, izinkan aku bersedih hari ini saja, hanya hari ini..
_with love, Raihanul Faariha 




Selasa, 16 Februari 2016

Surat untuk masa depan

Bagaimana kabar mu?
Sudahkah kau temukan orang yang berharga bagimu?
Sudah terkabulkah, mimpimu di kala itu?   

Masihkah kau mengingatnya?
Bulir kemuning padi yang bergoyang dan juga cahaya mentari yang terbenam di kala itu?
Kita berkejaran di padang rumput yang luas..
Sesekali bercanda dan tertawa..

Apakah sekarang kamu sedang tersenyum?
Dengan kilau mata tanpa dosa, layaknya hari itu..
 
Tempatmu untuk pulang, akan selalu ada di sini..
Itu yang diajarkan oleh kenangan kepada ku..
Karena ia akan selalu membawamu kembali..
Kapanpun, takkan berganti..
 
15 tahun berlalu..
Sangat cepat bukan?
Terima kasih, karena telah tumbuh dengan baik..
 
Kepada masa depan.. 
Manusia itu..
Harusnya terus melangkah..
Meskipun dilanda keraguan ataupun kegetiran
Biarlah ini ku kusimpan menjadi koleksi kisah klasik ku ..

Mari menatap kedepan..
Bahagia, bahagia dan bahagialah..
 


(Dipersembahkan untuknya yang selama hidupnya mencintai rumput hijau)

Minggu, 10 Januari 2016

Yang tergenang

Merangkai kata, mencoba menemukan kalimat yang baik untuk mendeskripsikan, 
betapa kejenuhan mengkerdilkan pikiran saya..
Bukan tidak bersyukur atas apa yang saya capai sekarang..
Hanya saja saya butuh sebuah pengembangan..

Bagaikan air yang mengalir, yang katanya air itu lebih sehat dari pada yang tergenang..
Saya ingin menjadi seperti yang mengalir, bukan yang tergenang..


Sempat terfikirkan untuk "Resign", lalu masuk fase persiapan melanjutkan studi lagi..
Tapi apakah itu bijak?
Saya tak ingin merepotkan siapa pun atas pilihan yang saya jalani..
Saya tak ingin menjadi sebuah beban lagi..
Saya tak ingin kehidupan saya ditanggung oleh orang lain, tidak, saya tidak mau..

Saya suka hidup mandiri, sudah terbiasa mandiri tepatnya..
Saya lebih suka menjadi pundi - pundi untuk keluarga saya, sekali pun mereka memiliki lebih..

Bimbang, sungguh bimbang.. 
Bagai terjebak di air yang tergenang..
Sungguh tak enak hati rasanya..

Selasa, 05 Januari 2016

Go straight!!

Dear self,

Finally, I come back to my senses..
Yes, saya kembali pada kehidupan saya yang biasanya..
Setelah merasakan hidup berantakan karena memikirkan yang seharusnya tidak saya fikirkan..

Mulai sekarang, saya cuma ingin fokus belajar, belajar dan belajar saja..
Mengejar impian buat bisa S2, S3, sampai jadi profesor..
Belajar keras untuk bisa dapat skor IELTS..
Nyari beasiswa..
Benerin hafalan juz 30 ( T.T)..
Submit abstract ke conference..
Banyak Na, banyak hal yg sudah kamu lewatkan, karena memikirkan yang seharusnya tidak kamu fikirkan..
Sudah cukup dengan segala kegalauan anda, GO STRAIGHT !! Banyak hal menunggumu..


Welcome to your senses Na
Banyak senyum, biar hidup makin mudah  ^.^

Senin, 04 Januari 2016

Gravitasi

Pernahkah kau mendengar ada yang berdesik dikeheningan?
Memanggilmu dengan wajah tak bereskpresi..
Lirih, mengusik perhatianmu..
Membuat waktu seakan - akan dikunci, membuatmu terjaga di sepanjang malam..

Aku mencoba menghimpun tenagaku..
Aku ingin sekali berbicara kepadamu kala itu..
Aku tak akan bisa membawa masa lalu kembali..
Aku tak bisa merubah walau hanya satu hal sekalipun pun..
Jadi biarkanlah, tolong biarkanlah aku lepas dari semua pengaruh gravitasi mu..

Sudah lupakan segala janji yang terlanjur dituturkan..
Aku sudah memotong akar benang dari janji itu..
Aku sudah lupa, aku sudah lupa, aku sudah lupa..
Jadi berbahagialah..