Bismillah. .
Huruf-huruf ini
dirangkai khusus utk si penyuka warna hijau, yang sedang bertepuk tangan di
pinggir jalan ^__^
Seperti kata pepatah :
“Bila Anda hendak jadi pahlawan, harus ada yang bertepuk
tangan dipinggir jalan”..
.
Mereka yang punya mata yang berbinar-binar, yang
bibirnya selalu sunggingkan senyum, yang semangatnya dapat menyaingi silaunya
matahari, ya mereka itulah orang - orang yang bertepuk tangan dipinggir jalan.
.
Hmmmm, kalau kalian ditanya "mau tidak jadi salah
satu orang-orang yang bertepuk tangan dipinggir jalan???" akan jawab
apakah kalian???
Well, kalau aku. .
Langsung jingkrak-jingkrak sambil tunjuk tangan, sambil
teriak keras-keras "aku mau. . aku mau!! *Lebai dikit ya (^__^)V
Disimak dulu ya cerita berikut. .
=========================================================================
Setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay
(pemandu/sherpa) kembali dari puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia
berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang
mewawancarai Tenzing Norgay, berikut cuplikannya :
Reporter: “Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan
menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?”
Tenzing Norgay: “Sangat senang sekali”
Reporter: “Anda khan seorang Sherpa (pemandu) bagi
Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya
Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest?”
Tenzing Norgay: “Ya, benar sekali. Pada saat tinggal
satu langkah mencapai puncak, saya persilahkan dia (Edmund Hillary) untuk
menjejakkan kakinya & menjadi orang pertama di dunia yang berhasil
menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi di dunia”.
Reporter: “Mengapa Anda lakukan itu?”
Tenzing Norgay: “Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary,
bukan impian saya. Impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia
meraih IMPIAN-nya”.
=========================================================================
Pahlawan
atau orang yang bertepuk tangan dipinggir jalan?? Dua-duanya sama-sama
adorable, sama-sama baik koq..
Pahlawan
yang bermanfaat tentu sangat mengagumkan, dan orang-orang yang bertepuk tangan
dipinggir jalan, yang membantu pahlawan jadi bermanfaat adalah lebih
mengagumkan. .
Cekidot
cerita dibawah ini, mari disimak. .
============================================================
Beberapa tahun yang silam, seorang
pemuda terpelajar dari semarang sedang
berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur.
Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.
berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur.
Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.
" Ibu, ada acara apa pergi ke
Jakarta ?" tanya si Pemuda.
"Oh... Saya mau ke Jakarta
terus "connecting flight" ke Singapore
nengokin anak saya yang ke dua" jawab ibu
itu.
Pemuda berkata lagi "
Wouw..... hebat sekali putra ibu"
pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak. pemuda itu merenung.
Dengan keberanian yang didasari
rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan
pertanyaannya.
" Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu?? Bagaimana dengan kakak-adik adik nya??"
pertanyaannya.
" Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu?? Bagaimana dengan kakak-adik adik nya??"
Oh ya tentu " si Ibu bercerita
:
"Anak saya yang ketiga seorang dokter di
Malang, yang keempat Kerja di Perkebunan di
Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang
keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi
Dosen di Semarang."
keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi
Dosen di Semarang."
"Pemuda tadi diam, hebat ibu
ini, bisa mendidik anak anaknya dengan
sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. " terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??"
sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. " terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??"
Sambil menghela napas panjang, ibu
itu menjawab, " anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak".
Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu
lebar "
Pemuda itu segera menyahut,
"Maaf ya Bu..... kalau ibu agak kecewa ya
dengan anak pertama ibu, adik-adiknya
berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya,
sedang dia menjadi petani"??
Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
" Oooh ...tidak tidak begitu
nak....
Justru
saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang
membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani", ibu itu tersenyum sangat lebar.
membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani", ibu itu tersenyum sangat lebar.
=========================================================================
Lihatlah
perjuangan mereka-mereka yang bertepuk tangan dipinggiran jalan. Tak terlihat,
namun sangat berjasa.
Memang
harus ada orang-orang yang berdiri di barisan depan!!
Namun
harus ada pula orang-orang yang berbaris dibelakang. Mereka itulah yang tak
dikenal, yang tak diperhatikan dan yang tak terlihat. Mereka lah penghuni langit yang mungkin akan
bersanding dengan Uwais Al-Qarni. . .
Congrats!!!
Untuk
seorang Ibu, seorang istri, seorang prajurit dan mereka yang telah bertepuk
tangan dipinggiran jalan, semoga Allah meridhoi mereka. ^__^




