Aku menggenggam emosi dalam sekepal tangan kiriku
Menahan perasaan dalam genggaman tangan kananku
Dan memposisikan sabar yang sangat banyak diantara keduanya
Aku juga belajar mengungkapkan perasaan senang, sedih dan marah tanpa melebihi batasnya
Dan aku belajar men-simetris-kan senyum sesulit apapun keadaan yang aku hadapi
Aku banyak belajar, bukan?
Aku belajar darimu, Ibu
Ibu yang sekuat baja yang hatinya lebih lembut dari sutera
Tidak pernah satu kesempatan pun kulihat satu butir airmata yang jatuh dari kedua bola matamu
Tak pernah satu kali pun ku pergoki engkau mengeluh lelah
Ibu, aku bertanya - tanya, mengapa engkau setegar itu?
Kau bangun di pagi hari sekali dan menghilang
Lalu sebelum anakmu mengeluh lapar, kau sudah kembali membawa berbagai potong roti
Lalu, kau bergumam ketika kami berebut, "Ibu senang kalau kalian makan"
Lalu ia pergi lagi, itu adalah pagi yang sibuk dalam tiap harinya
Ibu benar - benar setegar gunung yang menjadi tiang bumi..
Aku bersumpah untuk selalu belajar seperti Ibu
Aku tak akan gentar dengan kesulitan hidup
Aku tidak akan bersedih hanya karena sakit
Aku tak akan menciut walau tanpa Ibu
Aku tak mau dilahap oleh kesedihan
Aku akan setegar Ibu
Karena itu Ibu,
Aku berdo'a kepada Allah agar kelak Ibu dihadiahi syurga oleh Allah
Semoga Ibu diberikan kesehatan selalu
Semoga Ibu dibahagiakan Allah selalu
_Anak mu