Akhwat…
akhwat yang tangguh
Itu yang kuharap ada padaku
Agar… agar diriku bisa melumpuhkan kemaksiatanku…
Ajari aku tuk jadi akhwat yang tangguh
Mungkin terlalu lama aku tlah bersembunyi
Menatap maksiatpun aku tak mampu
Di persembunyian aku berdzikir
Di persembunyian aku berdzikir
Akhwat yang tangguh!!! (nyanyi dulu lah sebelum mulai, hihi ^^)
hmhmhm, yuk mulaiiii!!!
Kisah ini dimulai saat krisis ukhuwah melanda di sebuah kampus Akademi Kebanyakan Akhwat, ^^. Para kadernya lesu, salam dan sapaan terasa hambar bahkan ketika jabatan tangan itu terasa sangat menyakitkan.
saya jadi mengingat sebuah hadist yang berbunyi :
“Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tangannya (berjabat tangan) gugurlah dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun dan pohon kering jika ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilaut” (H.R. Tabrani)
Masya Alloh. .
Pokoknya melihat kondisinya juga jadi sungguh tak tega, tak tega, tak tega. Virus - virus ukhuwah menyerbu menggunakan senjata - senjata modern, tapi iman tak kunjung melakukan gencatan senjata (*kebanyakan nonton film perang nihh). walhasil, kampus jadi suram banget, auranya itu lho jadi kelabu, oh noooooo!!!!
Pokoknya melihat kondisinya juga jadi sungguh tak tega, tak tega, tak tega. Virus - virus ukhuwah menyerbu menggunakan senjata - senjata modern, tapi iman tak kunjung melakukan gencatan senjata (*kebanyakan nonton film perang nihh). walhasil, kampus jadi suram banget, auranya itu lho jadi kelabu, oh noooooo!!!!
Sebenernya sih agak bingung, kenapa ya akhwat tuh paling sering punya masalah internal yang berefek ke ukhuwah mereka, apa karena kebanyakan pake perasaan kali ya?????
padahal ikhwannya baik - baik saja. secara ikhwan mah mau ada masalah internal juga tetap aja jalan dakwahnya.
tapi klo akhwat, jadi agak - agak gimana gitu..
hm Perasaan VS Logika, memang berbeda..
padahal ikhwannya baik - baik saja. secara ikhwan mah mau ada masalah internal juga tetap aja jalan dakwahnya.
tapi klo akhwat, jadi agak - agak gimana gitu..
hm Perasaan VS Logika, memang berbeda..
Akhirnya, tak tahan melihat ini, si akhwat "21 Lebah" yang bentar lagi mau lengser ikut-ikutan tanah longsor (Haduh, bercanda mulu nih). lanjut!!!, ya, akhirnya 21 lebah kampus berkongkalikong untuk mencarikan solusi supaya kampus tercinta yang lagi suram auranya bisa berubah menjadi berseri - seri (Biar lebih hidup gitu auranya). hm, setelah berdiskusi yah sekitar 1,5 jam-an dapat juga keputusannya. berhubung sedang bulan puasa, pas banget momentnya untuk mengumpulkan para jilbabers.
Menuju hari H :
akhwat - akhwat pada rempong (*ribet gitu lah maksudnya), semua akhwat jadi seksi sibuk (soalnya ga ada susunan panitia yang benernya, maklum dadakan acaranya). walaupun sedang pada ngurus Laporan Tugas Akhirnya bahkan masih ada yang sedang PKL, tapi di bela-belain, demi adik tingkat kecintaan kami..
Yang ke pasar mah kepasar (Beli bahan buat ifthor)..
Yang bagian ngundang adik-adik mah lagi asyik bikin jarkoman surat cinta..
yang ngurusin tempat mah lagi kebingungan..
Yang konsumsi mah lagi sibuk masak. .
Ruar biasa, si lebah2 ini..
Teng tong. . .
Hari H :
Pengumuman :
di cari. .
di cari. .
Ikhwan yang punya motor harap meminjamkan motornya selama satu hari (demi kesejahteraan akhwat,hihi)
Jrenggg, akhirnya motor berjejer tinggal di pilih mau naik matic atau yang pake gigi, atau mau yang pake kopling, tafadhol. . .
"Saya mau cerita yang bagian disini nih, karena ini yang paling seru"
Terjadilah puncak kerempongan akhwat.
Ukh, panci yang mau di pakai untuk sop buah yang mana?
Ukh, galon yang mau di bawa yang mana?
Ukh, kunci motor mana?
Ukh, ukh A kemana?
Ukh, udah berapa orang yang konfirmasi??
Ukh, cepet ukh. .
akhirnya kami berangkat, naik motor dengan bawaan super banyak, ada yang satu motor bawa panci plus galon, kayak orang mau camping berapa hari aj. .
konvoy nya akhwat yang pada bawa barang - barang itu membuat saya pengen geleng2 kepala, lucu soalnya..
saat itu bisa dibayangkan seperti apa ribetnya, -.-
Tapi terima kasih dear 21 lebah..
keikhlashan mereka itu sungguh tiada tara. .
keikhlashan mereka itu sungguh tiada tara. .
semua dilakukan tanpa beban, bahkan kita mengurai ceria, mengurai tawa. .
inilah nikmatnya, sungguh luar biasa, aku pun sangat rindu hari - hari itu. . :')
Acaranya pun dimulai dengan hikmat dan berakhir dengan mata yang merah dan berkaca. .
Duhai sobat,
Seperti yang di tuliskan Ust. Salim A. Fillah :
ketika kubaca firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku tahu, ukhuwah tak perlu diperjuangkan. .
tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman. .
aku ingat pertemuan pertama kita, saudariku. .
dalam dua detik, dua detik saja. .
aku telah merasakan perkenalan. .
bahkan kesepakatan itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat. .
meski pun belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat. .
ya, kubaca lagi firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu diperjuangkan. .
karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh. .
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan. .
saat pemberian bagai bara api, dan saat kebaikan justru melukai. .
aku tahu, yang rombeng bukanlah ukhuwah kita. .
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau menjerit. .
mungkin dua-duanya, mungkin kau saja. .
tentu terlebih sering, imankulah yang compang-camping. .
kubaca firman persaudaraan itu, saudariku. .
dan aku makin tahu, mengapa di kala lain ditegaskan :
“para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain..
kecuali orang-orang yang bertaqwa”
-Salim A. Fillah-
aku tahu, ukhuwah tak perlu diperjuangkan. .
tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman. .
aku ingat pertemuan pertama kita, saudariku. .
dalam dua detik, dua detik saja. .
aku telah merasakan perkenalan. .
bahkan kesepakatan itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat. .
meski pun belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat. .
ya, kubaca lagi firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu diperjuangkan. .
karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh. .
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan. .
saat pemberian bagai bara api, dan saat kebaikan justru melukai. .
aku tahu, yang rombeng bukanlah ukhuwah kita. .
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau menjerit. .
mungkin dua-duanya, mungkin kau saja. .
tentu terlebih sering, imankulah yang compang-camping. .
kubaca firman persaudaraan itu, saudariku. .
dan aku makin tahu, mengapa di kala lain ditegaskan :
“para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain..
kecuali orang-orang yang bertaqwa”
-Salim A. Fillah-
Duhai, saudariku . .
Cintailah saudarimu sebagaimana kamu mencintai dirimu dan mencintai keluargamu. .
Duhai, saudariku. .
Ukhuwah kita pun pernah di uji. .
Ketika perpisahan menjemput, "Buah Ujian" terbayar dengan rindu. .
Ukhuwah kita pun pernah di uji. .
Ketika perpisahan menjemput, "Buah Ujian" terbayar dengan rindu. .
maukah kalian bertetangga denganku di syurgaNya???
Sungguh diri ini mencintai kalian karenaNya.
Selalu merasakan rindu yang tak terbendung di kala Do'a Rabithah terlantun pelan. .
ya. . Semoga kelak dipertemukan lagi di syurgaNya.
“Sesungguhnya, di sekitar ‘Arsy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya.Di atasnya suatu kaum yang pakaian dan wajahnya bercahaya.Mereka bukan para nabi, juga bukan para Syuhada. Mereka dikelilingi para nabi dan para syuhada itu.Bertanyalah para para sahabat kepada rasulullah; ‘Wahai Rasulullah, sebutkan sifat-sifat mereka itu kepada kami’
Rasulullah SAW menjawab: ‘“Mereka adalah orang-orang yang saling mengasihi di jalan Allah,mereka duduk-duduk berdampingan karena Allah,dan mereka adalah orang-orang yang kunjung mengunjungi karena Allah…”
(HR Nasai)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar