Setelah membaca sebuah E-book yang berjudul Virus-Virus Ukhuwah, Karya Abu 'Ashim Hisyam Bin Abdul Qadir Uqdah. .
Di dalamnya tertulis sebuah hadist :
Rasulullah bersabda : “Akan masuk syurga orang yang nuraninya seperti nurani burung.”
(Diriwayatkan oleh Muslim dalam Al-Jannah Wa Shifatu Na'imiha Waahliha no. 2840. dan Ahmad dalam kitab Al-Musnad).
Dari sini timbulah pertanyaan besar, Mengapa Rasulullah menyebutkan "Nurani Burung" dan tidak tanggung - tanggung ia akan masuk syurga. Mengapa harus seperti nurani burung????
Rupany penasaran tingkat tinggiku membawaku untuk memperhatikan burung dan mencari tahu semua tentang nurani burung, seperti apakah ia hingga di sebutkan dalam hadist.
Selidik punya selidik, ternyata ada hikmah dari penciptaan Burung :
Tidakkah kita bercermin pada burung - burung itu??"Mereka hanyalah seekor burung, keahlian mereka mampu terbang membumbung tinggi menembus cakrawala, menjelajah dunia luar angkasa. Mereka memiliki keterbatasan dalam mengeluarkan suara. Tapi, ditengah keterbatasan seekor burung. Mereka sangat pandai mengucap syukur kepada sang maha pencipta. Dia berusaha dengan kelebihannya untuk senantiasa mencari rezkinya tanpa ada keluhan sedikit pun terlontar dari paruh mungilnya. Dia berjuang dengan sekuat tenaga tanpa harus menunggu burung lain menyuapinya, tawakkal mereka kepada tuhan luar biasa tinggi, sehingga mereka tidak pernah merasa bahwa mereka adalah makhluk yang sangat terbatas. Perilaku burung yang Itsar terhadap burung lain, terutama kepada anak - anaknya. Saat ia mencari makan dan mendapatkannya segera ia bawa ke sarangnya, menyuapi anak - anaknya. dan menunggu sisa makanan dari anak - anaknya. bahkan terkadang aku melihat si anak burung membagi makanannya kepada sang induknya.
Tidakkah kita belajar Bersyukur darinya??
Tidakkah kita belajar Tawakal darinya??
Tidakkah kita belajar Itsar darinya??
Tak Ada yang sia - sia dari apa yang Allah ciptakan di alam ini, melainkan untuk kita ambil hikmahnya. .
Wallahu 'alam. .
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar