Serambi dan langit ialah dua kosa kata yg
sengaja dihubungkan, merupakan dua buah kata yang di analogikan menjadi
sebuah pikiran penulis untuk menegaskan rasa syukur ia kepada Sang Maha
Pengasih..
Umpamakan saja ini adalah serambi langit terbawah ...
Adalah tempat bagi mereka yang telah merasakan kesyukuran atas nikmat yang Tuhan berikan.
Mereka yang berjalan kesini sering kali adalah mereka yang sejenak melupakan urusan dunia.
Mereka yang duduk disini biasanya adalah mereka yang ingin menikmati keindahan alam Mu..
Mereka yang berdiri disini terkadang adalah mereka yang sadar akan kembali kepada penciptanya..
Sebut saja tempat itu sebagai serambi langit terbawah, paling bawah..
Di 2622 mdpl, masih diumpamakan saja serambi langit terbawah..
Awal kesana semata - mata Lillah, yaa karena Dia..
Melepas lelah bersama udara dingin, bersama rembulan, bersama suara indah alam di serambi sana..
Memanjakan mata atas keindahan ciptaan Sang Pencipta..
mengamati edelweis yang tumbuh dengan ceria..
Dan merasakan pagi yang tak seindah biasanya..
Duh luar biasa !!
Aduhai Rabbi, beginikah rasanya mendekat kepadamu, mendekat langit memasuki serambi terbawahnya??
Izinkan saya mengucap rasa syukur dan mengungkap rasa takjub karena Mu..
Dan.. Semoga syukur dan taat selalu menyertaiku dalam mencintaiMu..
Sepenuh Cinta dari...
(Raihanul Faariha)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar